Featured Video

"musik indonesia ,tips and trick,komputer , gkgkgkgkgkgkgkgkgk buhahahahahahahahahahaha wkwkwkwkwkwkwkwkwk" copyrigt cyber-blog.musik,lana

Footer Widget 1

Sample Text

my statistik

Labels

Tags

Download

BTricks

BThemes

Powered By Blogger

Footer Widget 2

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

About Me

Foto Saya
jinkabu
masa depan yang baik adalah tujuan saya ,ilmu adalah jalannya ,belajar adalah kendaraannya ,oli nya buku pelajaran ,bensinnya adalah rajin
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label Band-Band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Band-Band. Tampilkan semua postingan

sejarah armada


ARMADA

Berikut merupakan Sejarah singkat grup band Armada : Armada adalah nama baru di blantika musik Indonesia. Namun personelnya telah lama beredar di blantika musik Indonesia. Armada Band sebelumnya memakai nama Kertas Band. Kertas Band adalah salah satu band yang bersinar dari kota Palembang. Lagunya yang berjudul "Kekasih yang tak dianggap" menjadi hits, hampir di semua pelosok Indonesia dalam tempo yang lumayan lama. Namun, Apa yang terjadi ? Band ini tidak pernah merasakan hasilnya. Sebuah Label musik memberikan janji-janji belaka kepada Kertas Band, dan lagu-lagu yang bagus pun terbuang dengan percuma tanpa hasil apapun. Pihak personil Kertas Band sudah sering mencoba untuk berunding dengan pihak label. Mereka (Kertas Band) ingin meminta penjelasan, kemana uangnya. Rencana tour promosi mereka pun menjadi tidak jelas. Mulanya, Penggunaan Lagu Kertas Band (pada saat itu), tanpa seizin dari penciptanya membuat pihak label mengadakan perundingan bersama Kertas Band. Dan hasilnya, pihak label meminta ganti rugi sebesar tiga ratus juta rupiah. Merasa dirugikan, Kertas Band tidak menanggapi hasil tersebut. Pihak label makin menggila dan membawa kasus ini ke ranah Hukum. Selanjutnya Kertas Band dituntut untuk membayar 1,3 miliyar rupiah. Hal ini menjadikan personil Kertas Band ketakutan karena band ini bukan berasal dari keluarga yang berada, melainkan orang kecil yang selalu ditindas. Pada saat perkara ini terus bergulir, Kertas Band beranggapan "Jika harus menunggu hasil perkara baru membuat album baru, maka mereka tidak dapat hidup". Setelah dipertimbangkan secara matang, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari label baru dan mengganti nama band mereka menjadi Armada Band. Dengan sedikit mengubah formasi dikarenakan salah satu personilnya Argha (Guitaris 1 Kertas) mengundurkan diri karena mengalami depresi hebat dan tidak kuat lagi menahan beban masalah rumit ini. Dan posisinya kini diisi oleh sepupunya Mai (eks guitaris larocca band). Akhirnya Armada Band dibentuk di Jakarta pada pertengahan bulan Oktober 2007. Band yang sebelumnya bermarkas di Palembang ini telah meluncurkan album Perdananya pada tahun 2008 lalu, dengan judul “Balas Dendam” dengan single andalan “Gagal Bercinta” serta tembang-tembang lain yang cukup hits, diantaranya : Gentayangan (Balas Dendam), Bukan Dewa, Apa Yang Kau Cari, Kau Pikir Aku Ini Apa dll. Hits tersebut cukup mendapatkan tempat istimewa di hati para penggemar musik Indonesia. Terbukti Hits “Balas Dendam” berhasil menduduki posisi bergengsi di banyak radio di seluruh Indonesia dalam periode waktu yang cukup lama. Karakter band sangat kuat serta aliran musik yang berbeda membuat Armada Band kian di gemari oleh seluruh pecinta musik Indonesia. Sekian sejarah singkat dari Armada Band.

Sheila On 7 - Biography

Lana's bl0gs


Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

Sampai saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, dimana ide-ide atau kreasi dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.

Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”, “on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sejak awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun pertunjukan komersil di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah, kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label “Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) di tahun 1997 milik Radio Geronimo 105.8 FM & G-Indie Production di Yogyakarta, dimana program ini adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman komersial.

Dalam program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, dimana request dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu ‘Kita’, menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997.

Menunjuk pada hal tersebut, “Sheila on 7” mampu untuk merefleksikan dirinya dan menjadikannya sebagai tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7 memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.

DEWA 19

Sejarah Dewa 19

0
Dewa atau Dewa 19 adalah nama sebuah grup musik asal Surabaya, Jawa Timur pimpinan Ahmad Dhani.
Group ini telah mengalami beberapa kali pergantian anggota, dan formasi terakhir terdiri atas Ahmad Dhani (Gitar), Andra (gitar), Tyo Nugros (drummer), Yuke (bass) dan Once (vokalis,keyboard).
Dewa dibentuk pada 1986 oleh empat siswa SMP 6 Surabaya, dengan akronim nama mereka Dhani Ahmad (Keyboard, Vokal), Erwin Prasetya (Bass), Wawan Juniarso (Drum), dan Andra Junaidi (Gitar), dengan bermarkas di rumah Wawan di kompleks Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Wawan kemudian memutuskan keluar dari Dewa pada 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Nama Dewa kemudian berubah menjadi Down Beat, yang cukup terkenal di lingkungan Jawa Timur.
Wawan kemudian kembali bergabung dengan Dewa bersama Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19 karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun.
Album pertama Dewa berjudul Kangen (1993) sukses di pasaran hingga memperoleh penghargaan BASF untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Album Terlaris 1993.
Saat penggarapan album Format Masa Depan, Wawan kembali hengkang karena merasa tidak cocok dengan kawan-kawannya. saat itu Dewa 19 harus meminta bantuan Rere yang sekarang drummer ADA Band untuk mengisi posisi penggebuk drum, baru setelah album Terbaik-Terbaik selesai, masuklah Wong Aksan menempati posisi drummer.
Namun setelah menyelesaikan pembuatan album Pandawa Lima (1998), Wong Aksan keluar dari Dewa 19 dan digantikan oleh Bimo Sulaksono yang juga mantan anggota band Netral. Tak lama kemudian Bimo pun hengkang dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.
Dalam perjalanannya, Dewa 19 juga mengalami masalah dengan obat-obat terlarang. Akibatnya dua personelnya Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan dan harus menjalani rehabilitasi, sementara Ari Lasso posisinya sebagai vokalis terpaksa harus digantikan Once. Posisi drummer yang saat iru kosong diisi oleh Tyo Nugros.
Pada album kelima, Bintang Lima (2000 nama Dewa 19 diubah kembali menjadi Dewa. Saat itu pun albumnya meledak di pasaran dan Erwin pun kemudian masuk kembali menjadi pemain bass.
Menyusul kemudian pada 2002 Dewa merilis album Cintailah Cinta. Namun pada tahun yang sama banyak masalah muncul, di antaranya lagu Arjuna Mencari Cinta yang dipermasalahkan karena diduga melanggar hak cipta. Hingga kemudian memaksa Dewa untuk menggarti judul dengan Arjuna saja. Masalah berikutnya muncul saat Erwin Prasetya kembali hengkang karena tidak cocok dengan manajemen Dewa dan kemudian digantikan Yuke Sampurna yang mantan bassist band The Groove.
Berikutnya, Dewa merilis album Laskar Cinta (2004), dan pada tahun yang sama, nama Dewa kembali diubah menjadi Dewa 19 hingga kini.
Posisi drum sempat diberikan kepada Agung Yudha pada tahun 2008. Formasi ini resmi diperkenalkan pada video klip Mati Aku Mati.
Agustus 2008, Dewa 19 kembali meluncurkan single terbaru, dengan titel Perempuan Paling Cantik Di Negeriku Indonesia. Single ini berada di album kompilasi, THE BEST OF REPUBLIK CINTA VOL 1.
DEWA pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat siswa SMP 6 Surabaya, dengan akronim nama mereka Dhani Ahmad Prasetyo (Keyboard, Vokal), Erwin Prasetya (Bass), Wawan Juniarso (Drum), dan Andra Ramadhan (Gitar); dengan markas di rumah Wawan yang di dalam kompleks Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Warna musik Dewa awalnya lebih pop, namun kemudian Erwin yang penggemar jazz, memperkenalkan musik jazz pada grupnya. DEWA pun berubah haluan ke jazz, sehingga Wawan yang penggemar berat musik rock memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso.
Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun berubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz Amerika. Untuk kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat waktu itu cukup terkenal, terutama setelah berhasil merajai panggung festival.
Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA ’90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik.
Ketika nama Slank berkibar, Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun. Dewa 19 pun mencampuradukkan beragam musik jadi satu : pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu. Teman sekelas Wawan, Harun rupanya tertarik oleh konsep tersebut dan segera mengucurkan dana Rp. 10 juta untuk memodali teman – temannya rekaman. Tapi karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa ke Jakarta padahal jumlah dana tadi jelas pas – pasan. Dengan master di tangan, Ahmad Dhani gentayangan dari satu perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lain pakai bus kota, sementara Erwin, Wawan, Andra dan Ari menunggu hasilnya di Surabaya. Setelah ditolak oleh sejumlah perusahaan rekaman, master itu akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records.
Album pertamanya Dewa 19 diluncurkan tahun 1992. Diluar dugaan, album ini melejit sukses di pasaran, hingga memperoleh penghargaan dari BASF untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Album Terlaris 1993.
Dalam pembuatan album Format Masa Depan, Wawan hengkang karena tidak adanya kecocokan diantaranya. Di album in Dewa 19 memperbantukan Rere (sekarang drummer ADA Band) untuk posisi drummer. Setelah album Terbaik-Terbaik selesai, masuklah Wong Aksan menempati posisi drummer. Setelah menyelesaikan pembuatan album Pandawa Lima pada tahun 1998 Wong Aksan dikeluarkan dari Dewa 19, dan digantikan oleh Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral). Tak lama kemudian Bimo hengkang dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.
Selain masalah pergantian personel, Dewa 19 juga mengalami masalah akibat terlibatnya dua personelnya Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan narkoba. Erwin harus masuk rehabilitasi dan pesantren untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu, dan akhirnya sembuh. Ari Lasso yang sulit dihubungi memaksa Dhani mengganti posisinya sebagai vokalis dengan dengan Once. Posisi drummer yang kosong diisi oleh Tyo Nugros.
Dalam albumnya yang kelima Bintang Lima pada tahun 2000, nama Dewa 19 diubah menjadi Dewa. Masuknya Once dan Tyo Nugros ternyata membawa angin segar dengan meledaknya album Bintang Lima ini. Erwin Prasetya yang sebelumnya terjerat narkoba kemudian masuk kembali menjadi pemain bass.
Tahun 2002 Dewa merilis album Cintailah Cinta. Setelah itu banyak masalah yang muncul. Lagu Arjuna Mencari Cinta dipermasalahkan karena diduga melanggar hak cipta, hingga memaksa Dewa menggantinya dengan Arjuna (lagu) saja. Erwin Prasetya kemudian hengkang akibat tidak cocok dengan manajemen Dewa; yang kemudian diganti dengan Yuke Sampurna (mantan bassist band The Groove).
Tahun 2004, Dewa merilis album Laskar Cinta, dan pada tahun yang sama, nama Dewa kembali diubah menjadi Dewa 19.
Pada tahun 2008, posisi drum yang diisi oleh Tyo Nugros diganti oleh Agung Yudha. Posisi baru tersebut resmi diperkenalkan pada video klip “Mati aku Mati”.[1][2]
Setelah sekian lama tidak merilis album maupun single, pada Agustus 2008, Dewa 19 meluncurkan single barunya berjudul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia yang terdapat dalam album kompilasi bertajuk The Best of Republik Cinta Vol. 1

"SLANK"

Sejarah slank
Slank adalah nama salah satu grup musik papan atas Indonesia yang bermula dari Desember 1983 dengan pendirian Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. Di sinilah Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal) mengekspresikan kesukaan mereka terhadap karya-karya Rolling Stones.
Sayangnya grup ini tidak bisa bertahan dan membubarkan diri. Selanjutnya berturut-turut terjadi perombakan personil sampai akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada tahun 1996 yang bertahan sampai sekarang. Formasi akhir ini, yang dimulai dari album ke-7 Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar).
Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik, yang dikenal sebagaiSlankers.
 Slank Logo
Berikut ini sejarah singkat tentang berdirinya Slank
Slank berdiri desember 1983. dengan nama awal cikini stone complex, dengan beranggotakan, Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bas), Uti (vokal), Wel Welly (vokal).Mereka sering membawakan musik2 dari Rolling Stone, idola mereka. Di tengah jalan beberapa dari mereka keluar. karena keuletan Bimbim, panggilan Bimo Setiawan membentuk band lagi dan merubah nama menjadi Red Evil. dengan formasi Bim2(drum), Bongky (gitar), Kiki (gitar), Denny (bas), Erwan (vokal). dan mereka sudah mulai berani memainkan lagu2 mereka sendiri.
Penampilan mereka diatas panggung yang cenderung seadanya dan slenge’an. sehingga para penonton sering menyebut mereka band slenge’an. mulai saat itu nama band mereka berubah menjadi Slank.
Pergantian personil menjadi kebiasaan dalam band ini. sudah kali band ini ganti personil, dengan personel Bim2(Drum), Kaka(Vokal), Bongky(Bas), Indra(Keyboard), Pay(Gitar).
Berkali-kali mengirim demo ke berbagai label, berkali2pula rekaman mereka ditolak. lalu mereka bertemu dengan seorang produser Budi Susatio. setelah mendengarkan musik mereka, Budi yakin bahwa musik mereka akan banyak disukai. karena musik mereka beda dari musik mainstream pada masa itu. Slank menggabungkan antara POP, ROCK N ROLL, BLUES, DAN ETNIK. yang menjadi warna musik Slank.

Keyakinan Budhi terbukti. album pertama SUIT…SUIT..HE.HE… meledak di pasaran dengan hits maafkan dan memang. dengan album pertama itu pula slank mendapat penghargaan pertamanya di BASF award sebagai pendatang baru terbaik.
sejak saat iu slank mulai dikenal masyarakat seluruh indonesia, dan terus berkarya. karya mereka antara lain:
KAMPUNGAN,PISS,GENERASI BIRU, MINORITAS.Setelah penggarapan album minoritas slank kehilangan 3 anggota sekaligus Bongki,Indra,Pay (yang sekarang sukses dengn BIP-nya). akhirnya ka2 dan bim2 berjuang mempertahankan band ini. dengan 2 personel mereka mencoba membuat album baru, LAGI SEDIH.dengan dibantu Ivan (bass) dan Reynold (gitar).
hingga akhirnya tahun 1996 terbentuk formasi ke-14 yang terdiri dari Kaka (vokal), Bim2 (drum), Ivanka(bass), Ridho (gitar), Abdee (gitar). hingga sekarang mereka telah menelurkan 14 album:
TUJUH,VIRUS,MATA HATI REFORMASI,999+09,SATU-SATU,PLUR,SLANKISSME,SLOW BUT SURE. ini belum termasuk album live dan de best.Hingga sekarang slank masih berkarya dan banyak memiliki penggemar yang biasa menyebut diri mereka SLANKERS. mereka cenderung setian pada slank. karena mereka menganggap musik slank adalah musik jujur apa adanya. yang mewakili jiwa dan semangat muda.Dan untuk ultah ke 24 ini slank akan mengadakan konser dengan judul: Slank Fest:From Slank With Love. acara ini akan diadakan di pantai karnaval ancol tanggal 29 desember 2007 jam 7 malem. dan diisi oleh:The BIG HIP (JAPAN), Julia Perez(jupe???), Dewi Persik, Nirina Zubir, Maia (Ratu), Sherina, Melanie Soebono, Astrid, T2, Sarah. harga tiket 15ribu.Dan juga Slank rencananya akan launching album internasionalnya pada bulan april 2008. yang berisi lagu2 Slank dengan lirik Bahasa Inggris.