Featured Video

"musik indonesia ,tips and trick,komputer , gkgkgkgkgkgkgkgkgk buhahahahahahahahahahaha wkwkwkwkwkwkwkwkwk" copyrigt cyber-blog.musik,lana

Footer Widget 1

Sample Text

my statistik

Labels

Tags

Download

BTricks

BThemes

Powered By Blogger

Footer Widget 2

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

About Me

Foto Saya
jinkabu
masa depan yang baik adalah tujuan saya ,ilmu adalah jalannya ,belajar adalah kendaraannya ,oli nya buku pelajaran ,bensinnya adalah rajin
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan

Membuat Cursor Menjadi Berbintang

Cara mempercantik cursor (pointer mouse), pada blog berplatform blogspot, yg mana kita tahu blog ber-platform blogspot memang cocok buat para blogger yg tidak ingin bersusah payah untuk mempercantik blognya, karena terbilang mudah dalam proses pembuatannya.
Untuk mempercantik suatu blog biasanya menggunakan javascript yg harus di tempatkan pada template maupun pada widget.
Yang akan di bahas di bawah ini oleh Blogtegal yakni
cara membuat cursor berbintang


Berikut langkah-langkah membuat cursor berbintang.
  • copy dan pastekan script-script di bawah ini pada widget javascrit/HTML.
  • cursor bintang warna merah
    <script src="http://blogtegal.googlecode.com/files/cursor_merah.js" type="text/javascript"/>
  • cursor warna hijau
    <script src="http://blogtegal.googlecode.com/files/cursor_hijau.js" type="text/javascript"/>
  • cursor warna biru
    <script src="http://blogtegal.googlecode.com/files/cursor_biru.js" type="text/javascript"/>
  • cursor warna ungu
    <script src="http://blogtegal.googlecode.com/files/cursor_ungu.js" type="text/javascript"/>
  • cursor warna putih
    <script src="http://blogtegal.googlecode.com/files/cursor_putih.js" type="text/javascript"/>
  • Jika anda newbie dan kurang jelas dalam memasukan script-script di atas, boleh lah Blogtegal berbagi caranya.
    • login ke dashboard blog anda.
    • pilih Rancangan
    • pada halaman elemen laman pilih tambah gadget
    • pilih widget HTML/JAVASCRIPT
    • lalu pastekan salah satu script di atas.
    • klik ''simpan'' selesai.

Menghitung Subnetting IP.


Berikut Adalah bahan Bacaan RINGAN Tentang Perhitungan Subnetting, yang menurut saya bagus untuk di jadikan referensi.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.0.128
172.16.1.0
…
172.16.255.128
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1
…
172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126
…
172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127
…
172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0
10.1.0.0
…
10.254.0.0
10.255.0.0
Host Pertama
10.0.0.1
10.1.0.1
…
10.254.0.1
10.255.0.1
Host Terakhir
10.0.255.254
10.1.255.254
…
10.254.255.254
10.255.255.254
Broadcast
10.0.255.255
10.1.255.255
…
10.254.255.255
10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3
dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22
Saya coba berhitung-hitung seperti demikian
1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22 – 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…
Alamat host yang valid:

virtual box


Belajar komputer sekarang ini tidak harus terpaku pada kepemilikan komputer, saya sendiri tidak memilik komputer dan tidak memiliki laptop, namun saya mau dan ingin tahu banyak soal komputer. Dan terlahirlah sebuah pikiran untuk mencari solusi agar saya bisa mengoprek komputer tanpa harus merusak komputer orang lain yang saya gunakan.
Hardirnya virtualbox (virtual mesin) mempermudah kita belajar komputer meski tidak memiliki komputer atau yang takut komputernya rusak karena salah oprek, teratasi dengan adanya virtualbox, vmware. Dan  jenis virtual mesin /virtual box ini banyak ragamnya, seperti milik microsoft bernama virtualPC, ada lagi QEMU emulator, ada vmware dan banyak lagi yang lainnya. Di antara sekian virtual mesin tersebut saya pertama kali menggunakan qemu, dan sekarang lebih menyukai VIRTUALBOX, yang support di mesin windows manapun, tanpa harus mendownload file yang sama, virtualbox dapat di jalankan di mesin 32 mapun 64.

Cara Menggunakan VirtualBOX.

Install VirtualBOX saya anggap sukses dan langkah berikut menconfigurasi virtualBOX agar dapat di jadikan bahan expriment seperti belajar install windows xp, belajar install mikrotik, belajar configurasi mikrotik, belajar install squid, hampir semua hal yang dapat di lakukan pada komputer real dapat di kerjakan di virtualBox.
  • Jalankan VirtualBOX dan klik tombol New yang berwarna biru muda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiob6BQYBllwbS2SJND9_TZE6zAvbIbPlR1zxTADPU_QZUkbog7Zt0170J_5-pogPwfDOaGOK4ERoyBbAS4Y7TPWt_WavsfKgtqzyC_S02EmYoTf09RduhVaohLVbSAv_bvck5j8q-BC4s/s400/virtualbox.png
  • Pada Welcome to The New Virtual Machine Wizard!, Klik Next
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikBpQYH8cVn3nDkJjNPLlJdd41x_FY12NMo3w9KXvxYb9CNufYkmatzcyRIIYus8VLii8e-BbKDfnecHSLJP52kWElleBVsPc6DOXDjSHtxnbn2vnYIwaq9q8J2RJ0FCM8GG1LkHN0mTs/s400/virtualbox2.PNG
  • Kemudian pada box Name isikan nama os yang ingin diinstall Misalnya WindowsXPVirtual Pada box OS Type : Sesuaikan Jenis OS yang anda pilih dan yang akan di install. misalnya: Operating System : Microsoft Windows , Version : Windows XP dan Klik NEXT setelah isian diselesaikan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG1QCXXdkrhjXndBaiRLAjYhEFIXqvNyvX7fZe5HFUkWDCsMT9XX713JUbFd8vU-uuNtHlfsQB89TyPLUrNc_8C2X9c93xCkXiqXfmBjVNUTK8bfYrnB7k98i1Qd7gaiN1N_WbxWJngSA/s400/virtualbox3.PNG
  • Memory : pada bagian ini anda di sarankan mengatur alokasi memori, setidaknya 1/2 dari memori real dapat di gunakan, bila anda menggunakan memori komputer 1GB, maka set 512 atau bisa juga lebih kecil tergantung kebutuhan, setelah di set memori misalnya 512mb kemudian klik NEXT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEMO4gxAwxBu1ikhF25a20C7jiEKh8fEF58XqshlBKDDKievwEICjOYqZvGLekUr2M4DN5yp_nh9K5n1aM7oRyxbNE-HO50sF_tyYu3vRxJC4Wu3SptTWP32axsRKzxndCtffiY1TActw/s400/virtualbox4.PNG
  • Virtual Har disk : Centang chekbox Boot Hardisk, dan pilih radio Button, Create New Hardisk. kemudian klik Next
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY7XpsT4O6d3Uz-J_6gUH_HY9nT2cKky6gPrMatF3GSupxrKAon_yXW2mRuemdTuQ7sBXaURZMHHsdBUX_D5lDD03rWfuhdDO2SbsQ8deio5i7oxhCSwEk4e_FGazxKBggMWW2hrdapRE/s400/virtualbox5.PNG
  • Welcome To The Create New Virtual Disk Wizard : klik Next
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN40Q0v9cbXSOqZqFZc3Ex88H2Zk48VZgF_a-B017NraG7nuQg6zqNN_sRy8DduF9Y6tIZlyt6q2vy9HWgsmYzqbpwPQbhpZI5lasrBuXs5z9wVNo8WCYwDC68-MWVAqmT2vtdmlRFm6g/s400/virtualbox6.PNG
  • Pada Hard Disk Storage Type : box storage type pilih Dynamically Expanding Storage kemudian pilih /klik NEXT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSahftAZ0O_D037GGjq8ASHZ9I-a1_ijblebv_NNkx9fOu1HKpP_H7v6fhXj3ci0PQz0AOISMObJnOtYbuTnRPba5BgIJQD_dSbzNBK1FGDqKdAbJdCdc5rm0riaskLPIlPSO_tn1tKQ4/s400/virtualbox7.PNG
  • Pada Virtual Disk Location And Size: tentukan besar hardisk yang anda butuhkan, untuk windows xp bisa di set 10GB atau lebih. Klik Next
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQwc7grC1KDnQrNOpw993tALHtrtQNTgwUTD0z5e8SBwf7RJSKWX5xFQ542oczefoIKY-HxlDBHuRmgLmodVK6RrSu4QkaawhPNHd3PcbeMzgFhiyiRmsMrRFvprro3ubOyX0yU2tOT84/s400/virtualbox8.PNG
  • Summary! pilih tombol Finish
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglvSj36FLSweehCbiCvpoC_5Y5JZqZl7VISIR0Ca1T8AneZ9QtSh8-VbwHJXZijTDVTv58Pp5UBDKgcw0ZeD7icsvb5xSw2GL_ePZo4TjN9kmDBAGE7s6Y_5jognGGQbOKN_rwyCZpT3I/s400/virtualbox9.PNG
  • Summery! lagi pilih tombol Finish lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSqJ0fdZVXH_tXXAZypsL-K50_PHm9chSciWSk_JFjkbZcSJWlatgSyoPgIqvbQJUNpHTeCroGtwNSvTRIO_nHN3n96PRV6tR62PptAr7k4eF1zWggst6J5-ZNC7OCLz3729OsGNKJcrs/s400/virtualbox10.PNG
  • Dan hasil akhirnya seperti dibawah ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG9tXy5-XAIgNjZF2kQnOjY1RVGw5X87MkcIEwR414wGAcNabhBKGeR9NI_FTX98rraBPllIwVZWEqNmwsnzzBtZq9BabfA9cuw1hM9E9nQksaVDYp5qtQP8gyTTglkry5vhL0qre47Iw/s400/virtualbox11.PNG
Pada langkah di atas hardisk virtual telah di create dan siap di gunakan, langkah berikutnya pada virtual box, adalah menentukan boot disk dari mana, maksud boot disk disini adalah source file dari mana asala instalasi berasal, dan kehebatan virtualbox ini di sediakan beberapa option, termasuk didalamnya ada boot via cdroom, yang akan mengakses cd room kita langsung, atau juga boot via hardisk real kita yang mana harus tersedia didalamnya sebuah file iso image. Misalnya iso image yang bernama windowsxp.iso. Bila anda tidak memiliki iso, dan cd room, ada baiknya untuk mendownload sebuah file iso image dari internet untuk melanjutkan langkah selanjutnya, misalnya iso imagenya windows xp. Lanjut ke langkah 2 . Cara Menggunakan VirtualBox pada sub
Menginstall Os pada VirtualBox